Waisak 2569 BE: Refleksi Toleransi dan Harmoni dalam Keberagaman
- May 12, 2025
- by Wahyu Ferdinan
KIM - (OPINI) Sebagai seorang Muslim yang hidup di tengah masyarakat majemuk, saya memandang Hari Raya Waisak bukan hanya sebagai perayaan keagamaan umat Buddha, tetapi juga sebagai momen penting dalam meneguhkan nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan di Indonesia.
Waisak 2569 BE yang jatuh pada bulan Mei 2025 ini memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Siddhartha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya.
Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Buddha seperti kasih sayang, kesederhanaan, dan pencarian kedamaian sejatinya tidak jauh berbeda dari ajaran Islam yang menekankan rahmatan lil ‘alamin — rahmat bagi seluruh alam.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan isu perpecahan, peringatan Waisak menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup damai.
Sebaliknya, ia adalah kekayaan yang harus dijaga dengan saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing.
Sebagai Muslim, saya percaya bahwa menunjukkan rasa hormat kepada pemeluk agama lain adalah bagian dari akhlak mulia.
Mengucapkan selamat Waisak atau turut menjaga suasana damai selama perayaan berlangsung bukanlah bentuk pengaburan iman, melainkan wujud nyata dari ukhuwah insaniyah — persaudaraan sesama manusia.
Mari jadikan Waisak 2569 BE sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita terhadap toleransi dan persatuan, demi Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera bagi semua.***