117 Tahun Kebangkitan Nasional: Saatnya Bangkit Lebih Cerdas di Era Digital

  • May 20, 2025
  • by Wahyu Ferdinan

KIM - (OPINI) Hari ini, 20 Mei 2025, kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-117. Sebuah momentum bersejarah yang merefleksikan semangat persatuan dan kesadaran kebangsaan yang mulai tumbuh di awal abad ke-20, kala Budi Utomo didirikan sebagai cikal bakal gerakan nasional Indonesia.

Namun, 117 tahun kemudian, tantangan bangsa telah berubah wajah. Jika dulu penjajahan fisik menjadi musuh utama, kini kita dihadapkan pada penjajahan gaya baru: disinformasi, ketergantungan teknologi asing, krisis identitas budaya, hingga lemahnya literasi digital di tengah gempuran informasi global.

Di era digital ini, kebangkitan nasional harus dimaknai lebih luas: bukan sekadar kebangkitan politik atau ekonomi, tetapi juga kebangkitan kesadaran akan pentingnya kedaulatan data, penguasaan teknologi, dan penguatan karakter bangsa. Anak-anak muda Indonesia kini tak hanya dituntut untuk menjadi pewaris nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga inovator, kreator, dan penjaga etika digital.

Harkitnas ke-117 harus menjadi refleksi kolektif: apakah kita sudah benar-benar bangkit? Atau justru terseret arus global tanpa jati diri yang kuat?

Momen ini semestinya menjadi panggilan untuk kembali merumuskan arti "bangkit" dalam konteks kekinian, yakni bangkit secara cerdas, beretika, dan berdaya saing global. Pemerintah, institusi pendidikan, media, dan masyarakat sipil harus bergandengan tangan membentuk generasi Indonesia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki daya juang dan integritas seperti para pendiri bangsa.

Mari menjadikan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 sebagai titik tolak untuk kebangkitan baru,.kebangkitan yang relevan, kontekstual, dan membawa Indonesia menuju kemajuan yang berdaulat di tengah dunia yang terus berubah.***